Selasa, 08 September 2015

TNI Terima 12 Pesepakbola, 7 di Antaranya Anggota Timnas U-23

Jakarta - TNI AD menerima 12 calon bintara dari atlet sepak bola melalui jalur khusus. Dari daftar tersebut, tujuh di antaranya merupakan angota timnas U-23.
 
Menurut Kadispenad, TNI Brigjen Wuryanto, 12 pesepakbola ini mengikuti tes melalui program calon bintara (Caba) Unggulan. Program ini merupakan jalur khusus bagi orang-orang berprestasi atau dari bidang profesi yang diperlukan.
 
"Ini Caba unggulan. Jadi ini jalur khusus dari mereka yang berpotensi dan mau masuk tentara," ujar Wuryanto saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (8/9/2015).
 
Menurut Wuryanto, program ini bukan hanya diperuntukkan bagi pesepakbola yang membawa harum nama Indonesia. Namun juga dari profesi-profesi yang diperlukan di TNI.
 
"Ini bukan program baru, setiap tahun ada. Dari berbagai bidang, misalnya teknisi atau lainnya. Wartawan juga bisa kalau mau masuk. Atau misalnya seperti saya butuh designer grafis, nanti itu untuk ditempatkan di (dinas) penerangan," jelasnya.
 
Walau ini jalur khusus, bukan berarti para calon bisa masuk dengan mudah. Mereka tetap harus melalui tahap seleksi. Contohnya seperti pesepakbola ini, ternyata tidak semuanya lolos. Dari 14 yang mengikuti tes, dua orang dinyatakan gagal.
 
"Semua ya tetap tes. Ini (pesepakbola) ada juga yang nggak lolos," kata Wuryanto.
 
Untuk bintara program khusus unggulan TNI AD TA 2015 dari pemain sepak bola yang lolos seleksi adalah sebagai berikut:
  1. Teguh Amirudin (Barito Putra/Timnas U-23)
  2. Ravi Murdianto (Mitra Kukar/ Timnas U-23)
  3. Manahati Lestusen (Barito Putra/Timnas U-23)
  4. Abduh Lestaluhu (Persija/Timnas U-23)
  5. Safri Al Irfandi (Semen Padang/Timnas U-23)
  6. Ahmad Nufiandani (Arema/Timnas U-23)
  7. Wawan Febiyanto (PBR/ Timnas U-23)
  8. Muhammad Dimas Drajat (Persegres U-21/ Timnas U-19)
  9. Muhammad Arsyad (PBR ISL)
  10. Iman Fathurahman (PBR ISL)
  11. Imam Bagus Kurnia (PON Jatim)
  12. Angga Saputra (Persekabpas/PON Jatim)
Sumber: DetikCom

Gambar Planet Pluto Selama Ini Ternyata Salah

Jakarta, CNN Indonesia  - Pluto sebagai objek antariksa paling jauh dan terkecil di dalam sistem tata surya selama ini digambarkan berwarna kelabu atau biru. Namun foto yang dikirim dari pesawat penjelajah New Horizons membuktikan gambaran selama ini salah. Pluto berwarna merah berpasir.
 
Tim ilmuwan untuk misi New Horizons menerima kiriman foto pada Rabu (8/7) pagi yang ditangkap oleh instrumen Long Range Reconnaissance Imager (LORRI). Gambar yang dihasilkan New Horizons adalah ketika ia sedang terbang di jarak delapan juta kilometer dari Pluto.
 
Mengutip dari situs resmi NASA, pemandangan dari foto tersebut memperlihatkan sisi Pluto yang didominasi oleh tiga wilayah luas dari berbagai tingkat kecerahan.
 
Hal paling menonjol adalah corak gelap yang memanjang di khatulistiwa, yang secara informal dikenal sebagai "the whale".
Tak hanya itu, di sana juga ada area luas nan terang yang berbentuk hati berukuran sekitar dua ribu kilometer di sepanjang kawasan bagian kanan Pluto. Di atasnya adalah kawasan kutub yang juga cukup terang.
 
"Di waktu berikutnya kita akan melihat bagian-bagian Pluto saat New Horizons berada di orbit terdekatnya. Porsi wilayah ini akan dicitrakan dengan resolusi 500 kali lebih baik dari gambar ini," ujar Jeff Moore dari Geology, Geophysics and Imaging Team Leader di Ames Research Center milik NASA.
 
Saat New Horizons berada di fase terdekatnya dengan Pluto yang dijadwalkan pada 14 Juli besok, ia diharapkan bisa menjawab pertanyaan fundamental tentang planet kontroversial Pluto dan menjelaskan kehidupan awal dari Bumi. New Horizons juga diberi tugas untuk mengirimkan foto-foto Pluto yang diambil secara dekat.
 
New Horizons diluncurkan oleh NASA pada Januari 2006. Ia telah menjelajah ruang angkasa selama kurang lebih sembilan tahun.
 
New Horizons menjelajah ruang angkasa dalam kondisi setengah tertidur selama enam tahun belakangan. NASA membangunkannya tiap dua kali setahun untuk mengecek instrumen dan latihan manuver yang sekiranya akan dilakukan saat mendekati Pluto.

Sumber: CNN Indonesia

Seperti Malaysia, OJK Ingin Keuangan Syariah Jadi Gaya Hidup Masyarakat RI

Nusa Dua -Sistem keuangan syariah di Indonesia masih belum berkembang. Padahal, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
 
Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Edi Setiadi mengatakan, Indonesia harus menjadikan sistem keuangan syariah sebagai gaya hidup.
 
"Jadi bagaimana caranya syariah jadi lifestyle (gaya hidup) di masyarakat seperti di Malaysia," ujarnya di acara Seminar Internasional Industri Keuangan Non Bank (IKNB), di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Senin (7/9/2015).
 
Edi menjelaskan, di Malaysia ada kebijakan khusus soal penggunaan sektor keuangan syariah. Misalnya, di sektor perbankan, para pegawai bank sengaja menawarkan lebih dulu produk-produk syariah dibanding konvensional.
 
"Di Malaysia ada policy (kebijakan) khusus, syariah first (utama) kemudian konvensional, jadi di counter-nya itu yang ditawarkan produk-produk syariah dulu baru konvensional, itu terbukti aset syariah melonjak dari di bawah Rp 1 triliun menjadi Rp 6 triliun," sebut dia.
 
Untuk mendukung perkembangan keuangan syariah, Edi menyebutkan, pihaknya tengah merancang roadmap IKNB syariah yang rencananya akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.
"Saat ini draft sudah ada, sudah dibahas secara internal di OJK, kita tetap mencari masukan-masukan terus, sasaran tahun ini akan launching roadmap IKNB Syariah, launching lagi cari moment, saya merencanakan kalau semua siap, November ini ada acara keuangan syariah di Medan, diharapkan saat itu launching, kita coba komunikasikan dengan industri," jelas dia.
 
Melalui roadmap tersebut, lanjut Edi, arah pengembangan IKNB Syariah menjadi jelas.
 
"Saya menekankan UUS asuransi harus dikembangkan dan dibesarkan tapi harus betul-betul menggunakan SDM dan IT-nya dengan baik," imbuh Edi.

Sumber: DetikCom

Ekonomi 2015 Masih Berat, Menkeu: Tahun Depan Prospeknya Lebih Baik

Jakarta - Kondisi ekonomi Indonesia di 2015 masih cukup berat, setelah selama enam bulan pertama pertumbuhan hanya mencapai 4,7%. Hingga akhir tahun pemerintah memproyeksikan realisasi pertumbuhan ekonomi pada rentang 5-5,2%.
 
Lalu bagaimana dengan tahun depan? Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menuturkan, pertumbuhan ekonomi tahun depan menjadi salah satu pembicaraan dalam pertemuan G20 di Turki akhir pekan lalu.
 
Ada beberapa indikasi yang mengarahkan ekonomi di tahun depan diproyeksi lebih baik dari 2015. Salah satunya soal rencana kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.
 
Menurut Bambang, besar kemungkinan suku bunga The Fed akan direalisasikan dalam beberapa bulan depan. Sehingga memberikan kepastian bagi para investor.
 
Pada sisi lain, China juga diperkirakan tidak akan memperpanjang kebijakan devaluasi atas mata uangnya, Yuan. Diketahui, beberapa waktu lalu China mendevaluasi Yuan dua kali, yakni 1,9% dan 1,6%.
 
"Tahun depan mungkin prospeknya lebih baik. Karena lebih ada kepastian soal AS, China juga devaluasinya mungkin sudah terbatas lagi. Jadi kepastian itu lebih ada di 2016, dibanding 2015 menjelang akhir," papar Bambang saat meninggalkan Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/9/2015)
 
Terlepas dari persoalan eksternal, perekonomian dalam negeri juga harus diperkuat sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).‎ Paket kebijakan ekonomi yang tengah dirancang juga merupakan bagian dari penguatan.
 
"Kita harus jaga ekonomi, fundamental makro harus dijaga sampai akhir tahun ini, kemudian paket kebijakan harus memuat hal-hal yang berdampak signifikan buat ekonomi kita. Apa menjaga daya beli masyarakat, menarik inflow, maupun juga mendorong deregulasi. Harus ada message itu," terangnya.

Sumber: DetikCom

Indonesia Rencanakan Kereta Cepat pada Tahun 2025

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memiliki program pengembangan kereta cepat (High Speed Railway/HSR). Moda HSR masuk ke dalam masterplan perkeretaapian nasional hingga tahun 2030.
 
Di dalam masterplan tersebut, kereta cepat akan membentang dari Jakarta-Surabaya. Namun, proyek ini baru akan dikerjakan atau dibangun mulai 2025 dan selesai pada tahun 2030.
Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko di Kemenhub, Jakarta, Selasa (8/9/2015).
 
"Ide awal HSR sudah masuk ke dalam rencana induk perkeretaapian sampai 2030. Jadi kira-kira dibangun mulai 2025," kata Hermanto.
 
Dengan kecepatan 350 Kilometer (km) per jam, Jakarta-Surabaya sepanjang 700 km bisa ditempuh sekitar 2,5 jam. Jarak tersebut dinilai ideal untuk pengembangan kereta cepat.
 
"HSR jarak jauh lebih efisien. Seperti Jakarta-Surabaya 700 km," ujarnya.
 
Pembangunan HSR bila dilihat secara urutan waktu, dibangun setelah pulau-pulau di luar Jawa tersambung jaringan kereta.
 
Selain itu, Hermanto menilai kereta cepat sulit mencapai kecepatan maksimal dengan speed 300 km sampai 350 km per jam untuk rute Jakarta-Bandung sepanjang 150 km. Sebab, rute tersebut memiliki beberapa stasiun sehingga kereta harus berhenti sebelum kecepatan maksimum tercapai.
"Kecepatan itu nggak akan tercapai. Naik sebentar, sudah mau sampai ke stasiun berikutnya," ujarnya.
 
Hermanto menegaskan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya belum masuk pembahasan detil terkait kecepatan hingga pembiayaan.
 
Pada kesempatan itu, Hermanto berbicara soal pengembangan kereta medium yang diusulkan dan dikerjakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
 
Kemenhub, tidak akan mengalokasikan dana khusus ke proyek tersebut. Alasannya, Kemenhub memiliki program prioritas menyambungkan pulau besar di luar Jawa dengan jaringan kereta.
"Kita alokasian dana untuk bangun Trans Sulawesi, Trans Sumatera, Trans Kalimantan sampai Trans Papua," jelasnya.
 
Meski uang negara tidak masuk ke proyek kereta kecepatan medium 200-250 km/jam rute Jakarta-Bandung, Hermanto memproyeksi biaya pengembangannya mencapai Rp 20 triliun sampai Rp 30 triliun. Biaya lebih murah dari kereta cepat yang berkisar Rp 60 triliun sampai Rp 70 triliun.
"Biayanya 1/3 lebih murah. Itu termasuk membangun track baru," jelasnya.

Sumber : DetikCom