Selasa, 08 September 2015

Seperti Malaysia, OJK Ingin Keuangan Syariah Jadi Gaya Hidup Masyarakat RI

Nusa Dua -Sistem keuangan syariah di Indonesia masih belum berkembang. Padahal, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
 
Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Edi Setiadi mengatakan, Indonesia harus menjadikan sistem keuangan syariah sebagai gaya hidup.
 
"Jadi bagaimana caranya syariah jadi lifestyle (gaya hidup) di masyarakat seperti di Malaysia," ujarnya di acara Seminar Internasional Industri Keuangan Non Bank (IKNB), di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Senin (7/9/2015).
 
Edi menjelaskan, di Malaysia ada kebijakan khusus soal penggunaan sektor keuangan syariah. Misalnya, di sektor perbankan, para pegawai bank sengaja menawarkan lebih dulu produk-produk syariah dibanding konvensional.
 
"Di Malaysia ada policy (kebijakan) khusus, syariah first (utama) kemudian konvensional, jadi di counter-nya itu yang ditawarkan produk-produk syariah dulu baru konvensional, itu terbukti aset syariah melonjak dari di bawah Rp 1 triliun menjadi Rp 6 triliun," sebut dia.
 
Untuk mendukung perkembangan keuangan syariah, Edi menyebutkan, pihaknya tengah merancang roadmap IKNB syariah yang rencananya akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.
"Saat ini draft sudah ada, sudah dibahas secara internal di OJK, kita tetap mencari masukan-masukan terus, sasaran tahun ini akan launching roadmap IKNB Syariah, launching lagi cari moment, saya merencanakan kalau semua siap, November ini ada acara keuangan syariah di Medan, diharapkan saat itu launching, kita coba komunikasikan dengan industri," jelas dia.
 
Melalui roadmap tersebut, lanjut Edi, arah pengembangan IKNB Syariah menjadi jelas.
 
"Saya menekankan UUS asuransi harus dikembangkan dan dibesarkan tapi harus betul-betul menggunakan SDM dan IT-nya dengan baik," imbuh Edi.

Sumber: DetikCom

0 komentar:

Posting Komentar