Rabu, 10 April 2013

Treasury

Treasury adalah salah satu aktivitas finansial di perusahaan, perbankan dan non perbankan, yang berkaitan dengan 3 (tiga) aktivitas utama yaitu manajemen kas, investasi kas, dan transaksi pembayaran. Ketiga aktivitas treasury tersebut memiliki tujuan dan sasaran yang berbeda-beda. Namun, pada umumnya, para praktisi non treasury lebih mengenal aktivitas ini khusus terkait dengan optimalisasi penggunaan dana kas perusahaan dalam bentuk instrument investasi jangka pendek, seperti saham, deposito, dan surat berharga lainnya.

Aktivitas treasury membutuhkan ketelitian, kepekaan, dan akurasi perhitungan. Seorang treasurer tidak boleh hanya mengejar keuntungan semata, namun harus pula memperhatikan aspek-aspek penilaian risiko finansialnya dan prinsip kehati-hatian. Di sisi lain, unit atau divisi kerja di luar treasury, dapat bekerja sama dengan treasury dalam hal melakukan efisiensi penggunaan keuangan perusahaan agar posisi kas stabil dan dapat digunakan untuk meningkatkan profitabilitas dan ketahanan keuangan (financial resistanc).

Tugas Treasury baik diperusahaan perbankan ataupun di perusahaan corporate tidaklah banyak perbedaan walaupun Treasury perbankan sering diartikan memiliki kemampuan memperoleh spread margin melalui transaksi beresiko sementara treasury pada corporate relatif bertindak untuk memenuhi kebutuhan pendanaan dan selalu menghindari resiko.

Tugas Treasury Management khususnya dalam dunia perbankkan selalu dilengkapi dengan kelompok Dealer sebagai ujung tombaknya dalam suatu ruangan yang biasa disebut Dealing Room, ruang mana dilengkapi dengan segala instrument yang diperlukan untuk memperoleh informasi keuangan seperti monitor secreen Reuter atau Telerate dari seluruh penjuru dunia.

Dengan memperoleh informasi yang cepat Treasury dengan cepat melakukan antisipasinya untuk melakukan pemagaran risiko yang mungkin terjadi melalui berbagai macam teknik hedging yang dimilikinya. Selain itu tugas Treasury juga menjaga agar biaya dana yang terhimpun berada pada titik terendah sementara harga jual dana mampu memperoleh harga tertinggi sehingga spread margin akan dicapai pada titik maksimal.

Oleh karena fungsinya sedemikian rupa maka seorang Treasury Bank/Corporate akan selalu dipilih dari pejabat-pejabat yang memiliki kemampuan tinggi dan sensitivitas yang tinggi pula. Treasury akan selalu menjadi sekretaris ALCO atau Asset Liability Committee suatu Bank yakni suatu komite yang memiliki fungsi yang sangat strategis sifatnya terutama dalam menghadapi situasi yang berubah agar taktik dan strategi yang diambil perusahaan selalu berada pada alur yang benar.

Seorang Treasury dianggap orang yang paling tahu mengenai pergerakan Pasar Uang/Modal ataupun Pasar Valuta baik didalam negeri maupun pasar dunia, disamping kemampuannya menyeimbangkan struktural pendanaan Bank/Perusahaan. Pasar Global diartikan pasar dimana kekuatan Demand dan Supply sama kuatnya dalam sepanjang waktu, ini artinya bahkan seorang Treasury harus mampu berantisipasi ke pasar (baik dalam maupun luar negeri) selama 24 jam penuh agar Bank/Perusahaannya selalu aman terhadap perubahan kondisi yang terjadi.

Aktifitas Treasury

Treasury merupakan nama suatu unit kerja di dalam suatu organisasi yang memiliki tugas dan tanggung jawab utama dalam pengelolaan dana organisasi tersebut. Oleh karena itu setiap tugas dan tanggung jawab serta aktifitas Treasury selalu diiringi dengan risiko-risiko.

Risiko Treasury

Risiko Treasury merupakan suatu risiko kerugian pada aktivitas treasury bank, dan oleh karenanya bergantung pada fungsi manajemen risiko dari treasury itu sendiri. Tugas treasury bank adalah bagaimana treasury bank tersebut dapat mengelola risiko suku bunga di banking book, mengelola risiko likuiditas dan pengelolaan capital management.

Adapun risiko yang akan dihadapi dalam aktivitas Treasury adalah sebagai beriut :

  • Risiko suku bunga yaitu yang muncul dari adanya perubahan dalam tingkat bunga yang berlaku dipasar. Risiko tingkat bungan ini merupakan risiko utama yang tidat dapat dihindarkan, sebab tingkat bunga ini mempunyai pengaruh yang sama terhadap seluruh surat berharga yang ada.
  • Risiko pasar yaitu risiko yang muncul yang diakibatkan adanya kondisi perekonomian negera yang berubah-rubah dipengaruhi oleh resesi dan kondisi perekonomian lain.
  • Risiko inflasi yaitu risiko yang muncul akibat kenaikan harga-harga secara umum
  • Risiko Operasional yaitu risiko  yang muncul yang diakibatkan Dapat terjadi karena adanya kesalahan, penyelewengan atau ketidak patuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
  • Risiko kredit yaitu risiko yang muncul yang diakibatkan Dapat terjadi karena pihak lawan (Counterparty) gagal memenuhi kewajibannya kepada bank sehingga mempengaruhi rentabilitas bank.
  • Risiko likuiditas yaitu risiko yang muncul yang diakibatkan Dapat terjadi karena adanya mismatch atau shortage funding sehingga bank tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran likuiditas pada waktu yang ditetapkan.
  • Risiko nilai tukar mata uang yaitu risiko yang timbul karena adanya fluktuasi atau perubahan nilai tukar mata uang suatu negara dengan negara lain.
  • Risiko negara (country risk) yaitu risiko yang timbul karena adanya kebijakan-kebijakan yang timbul dari pemerintah baik dari segi politik maupun ekonomi serta adanya perubahan-perubahan dalam deregulasi yang berlaku selama ini.

Aset dan Liability Managament (ALMA)

Dalam pengelolaan risiko treasury sebagaimana tersebut diatas salah satu cara yang dilakukan adalah dengan pengelolaan aset dan liability (ALMA). Treasury bank terlebih dahulu harus melakukan pengelolaan aset dan liability manajemen (ALMA). Tujuan utama pengelolaan ALMA ini adalah bagaimana bank (treasury) dapat mengelola risiko dalam neraca bank dan memastikan bahwa risiko terutama risiko bunga pada bisnis bank tidak akan menggangu produktifitas pendapatan bank sepanjang periode.

Menurut Raflus Rax (Alco:1996:14&24) mengartikan bahwa Asset & Liability Management atau Ilmu Penataan Asset dan Liabilities merupakan ilmu  tentang fungsi-fungsi kritis dengan tujuan tercapainya struktur neraca dengan tingkat profitabilitas yang optimal sementara risiko selalu dapat ditata. (“ALMA is a critical Bank function to optimize the balance sheet structure for maximum profitability while managing risk” ).

Disamping itu Asset Liability Management dapat diartikan sebagai suatu proses perencanaan dan pengawasan operasi perbankan yang terkoordinasi dan secara konsekuen dijalankan dengan selalu memperhatikan perkembangan factor-faktor yang mempengaruhi operasi perbankan, baik itu berasal dari luar ataupun factor struktrural yang berasal dari dalam.

Sedangkan menurut Mudrajad Kuncoro dan Suhardjono (Manajemen Perbankan:Edisi Pertama:275 & 276) mengartikan  Asset & Liability Management atau lebih dikenal dengan ALMA yaitu usaha untuk mengoptimumkan struktur neraca bank sedemikian rupa agar diperoleh laba yang maksimal dan sekaligus membatasi risiko menjadi sekecil mungkin, khususnya risiko-risiko di luar kredit.

Sumber:
Value Contsult
Yahoo Answer

0 komentar:

Posting Komentar